Laman

Minggu, 02 Juni 2013

Cinta



“Kadang kala orang yang benar-benar mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu. Karena dia menghormati penjagaan hatimu dan dia takut suatu nanti kau akan tersakiti.”
Duh… bahas cinta-cintaan lagi niy. Hehehe n_n, padahal penulis sendiri masih terlalu naïf untuk koar-koar masalah C.I.N.T.A. Soalnya, berpetualang dengan lima huruf ini gak abis-abis sih. Setuju?? Akuur dong...
Saat cinta menggoda… ehem-ehem! Berpapasan dengan si doi serasa dunia berhenti berputer. Terus terkena sudden heart attack gitu, dan bisa-bisa bola mata berubah bentuk jadi lovE begono. Serasa seisi dunia taman bunga semua….!! Sambil berharap kalau dialah yang namanya tertulis di lauh mahfudz untuk kita. Betul atau betul?
Bro en sis, jika virus merah jambu mulai merayapi hatimu, you must keep yourself in alert! Sebelum cintamu membabi buta menikam kalbu, sebelum rindumu menggunung menutupi pandanganmu ke depan. Jangan sampai deh amnesia bahwa cinta pada Allah pertama dan paling utama.
Penulis ngerti banget, emang berat menerima takdir kalau si doi bukan jodoh kita. Tapi ambil positifnya aja ya… mungkin Allah menakdirkan kamu bertemu dengan orang yang salah agar kamu belajar sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
Penulis juga ngerti banget, kalau melakukan gak semudah menyampaikan. Terkadang hati tidak setegar pikiran menerima kalau si doi bukan jodoh kita. Si doi yang gak pernah absen dalam sholat istikhoroh tiap malem, tapi absen saat walimahan. Apakah Allah salah menulis skenario-Nya?
Tidaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk……………….!!!!
Allah gak pernah salah nulis skenario-Nya. Toh, dunia gak selebar daun kelor! Dari ujung Sumatera sampai ujung Papua, masa sih gak ada yang jauh lebih baik daripada si doi? Toh, jodoh sudah tercatat. Tinggal caramu mau menjemputnya dengan cara halal atau haram. See? Kamu punya pilihan loh.
Seperti apapun kenangan indah yang pernah terukir antara kamu dan doi, jalan di depan masihlah panjang. Kenangan hanyalah bentuk keterikatan dengan masa lalu, jika kau mengikat dirimu pada kenangan, kau gak bisa melangkah menuju masa depan. Jadi, kebahagiaanmu jangan kau gantungkan pada kenangan. Apalagi kebahagiaanmu kau gantungkan pada satu orang.
Duhh… cinta-cinta…! terkadang juga cinta tak selamanya indah. Saat mengetahui ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, langit rasanya mendung melulu. Hati pun hancur berkeping-keping, seperti serpihan kaca yang dibanting. Pada akhirnya jadi mikirin diri sendiri yang punya banyak kekurangan dan melihat orang yang si doi suka ternyata lebih rupawan dan punya banyak kelebihan dibandingkan diri kita. Apa itu artinya kita gak istimewa?
Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk……………….!!!!
Kita itu udah terlahir istimewa! Oke, jika dimisalkan orang yang si doi itu emas dan kita sulfur. Emas itu sangat berharga dan indah. Sementara sulfur? Siapa bilang sulfur gak lebih berharga daripada emas? Meskipun harganya murah, tapi sulfur lebih berharga daripada emas. Kalau gak ada sulfur semua orang dakian dan bau. Tapi karena ada sulfur, semuanya jadi serba teratur. See? Semua orang punya keistimewaan masing-masing! Gak perlu sedih, gak perlu galau kalau cinta bertepuk sebelah tangan. Jodoh emang gak bisa diukur, tapi ada Allah semuanya jadi teratur. Akuuuurr...?
Okke deh, itu baru kalau cinta bertepuk sebelah tangan. Nah, kalo cinta bertepuk tangan??? Pok ame-ame deh… hehehe n_n.
Sinyal pun datang, kalau ternyata cintamu bertepuk tangan (maksudnya berbalas. Hhe n_n). Tinggal pasang kuda-kuda sepertinya si doi bakal nembak nih. Ngitung kancing deh, terima atau tolak ya??? Terima... tapi tahu haramnya pacaran. Tolak... tapi takut si doi sakit hati.  Hayo... pusing deh!
Berabe juga kalau sampai si fulan nembak si fulanah, apalagi kalau si fulanah gak punya jurus ampuh buat menangkis tembakan itu. Wah akhirnya jatuh ke lubang hitam bernama pacaran. Padahal pacaran cuma merusak hubungan yang tadinya baik-baik, tambahannya dosa pula!
Menurut penulis, nembak di saat belum tepat itu gak keren. Kenapa gak keren??

Ø  Bukti tidak bisa menahan hasrat sesaat.
Ø  Membuat si fulanah merasa gagal jaga hijab
Ø  Tidak menyadari tanggung jawab dari ucapannya itu sangat BESAR.
Ø  Tidak sabar pada takdir Allah bahwa semuanya akan mengalir dengan indah.
Ø  Membuat ucapan itu tidak spesial lagi saat pernikahan.

So, jika belum siap menikah, lebih baik jauhi dirinya untuk memuliakan penjagaan hatinya. Kalaupun pada akhirnya dia bukan jodohmu, Allah pasti menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik koq. Kalau pada akhirnya dia jodohmu, selamat ya, kau sudah menjemputnya dengan cara yang halal dan kau sudah menjadikan bahtera pernikahan itu lebih spesial. Cieee....
Apa yang kau lakukan sekarang? Lebih baik jalani saja apa yang tepat ada di hadapanmu. Bagaimana kau mau melangkah lebih jauh sementara kau tak memulai satu langkah kecil pun? Catat ini ya, masa depanmu tidak diraih dengan lamunan. Teruslah melangkah bahkan walau kau harus merangkak untuk menggapainya.

Minggu, 07 April 2013

Cara ampuh irit BBM


1. Gaya Berkendara
Kemacetan seolah telah menjadi 'fitur' baru di jalanan kota-kota besar di Indonesia. Akibatnya, selain memicu stress si pengendara mobil, konsumsi BBM pun bertambah. Dan kedua hal ini tanpa disadari sebenarnya saling berhubungan. Berbagai survei mengatakan bahwa tingkat stres tinggi pada seseorang akan lebih mudah memacu kendaraan lebih kencang tanpa memperhitungkan sekelilingnya. Alhasil BBM yang terkonsumsi mesin pun makin banyak.
So, belajarlah untuk lebih sabar dan bisa mengontrol emosi dalam berkendara, karena berbagai survei mengatakan bahwa tingkat stress tinggi pada seseorang akan lebih mudah memacu kendaraan lebih kencang tanpa perhitungan. Yang harus dilakukan pengemudi adalah cobalah untuk selalu membuat diri agan tenang di saat berkendara baik, dengan mendengarkan musik yang slow, memasang parfum dalam mobil sebagai aroma terapi, ataupun dengan mengonsumsi kembang gula yang menyegarkan.

2. Stabilkan Rotasi Gigi Mesin (RPM)
Perhatikan RPM mobil agan saat mengemudi, usahakan pergantian gigi transmisi antara 3000 rpm dan 4000 rpm. Saat berkendara di jalan tol ataupun dalam perjalanan jauh, apabila kendaraan agan mempunyai fitur cruise control, sebaiknya dimanfaatkan karena selain mampu menghemat bahan bakar, juga bisa membuat pengemudi lebih santai dan mengurangi lelah saat berkendara. Dan apabila tidak ada fitur tersebut, baik kendaraan agan matik maupun manual, usahakan kecepatan kendaraan anda konstan.

3. Atur Jarak Pengereman
Jaga jarak dengan kendaraan di depan, sehingga jarak pengereman pun bisa diminimalisasikan. Apakah ada hubungannya antara pengereman dengan penghematan bahan bakar? agan lebih banyak bahan bakar yang dikonsumsi mobil pada saat awal melaju dari keadaan diam, karena saat pertama melaju kendaraan akan memerlukan daya besar untuk melaju atau bergerak. Apalagi saat kendaraan bermuatan penuh, maka daya yang akan dibutuhkan juga semakin besar pula. Jadi semakin agan banyak melakukan pengereman seperti kondisi macet itulah bahan bakar akan banyak terkuras.

4. Permainan Tuas Kopling
Di saat macet disarankan bagi kendaraan matic jangan dibiasakan tuas perseneling (tuas transmisi) tetap di D, usahakan kembalikan ke Netral (N) dan saat macet itulah permainan tuas yang bisa agan lakukan. Hal ini tentu memerlukan pembiasaan diri. Pada transmisi manual pun polanya hampir sama, yaitu dengan memainkan tuas porseneling, yaitu saat agan memasukkan gigi 1, coba lepaskan dari pedal kopling secara perlahan, hingga mobil terasa bergerak maju perlahan tanpa harus menginjak pedal gas. Agan tidak bisa melakukan cara ini pada jalan menanjak.

5. Aplikasikan Perangkat Pengirit BBM
Produk pengirit bahan bisa dipakai untuk menekan konsumsi BBM. Salah satu contoh produk yang bisa membantu mengiritkan bahan bakar kendaraan anda adalah dari produk Quasar P2, di mana dari oli, vitamin oli, dan petrol additive (untuk dicampurkan ke dalam bahan bakar). Jika agan menggunakan produk ini dalam kendaraan agan, maka bahan bakar yang bisa dihemat antara 20% - 30%. Di jaman sekarang ini produk semacam ini bisa didapatkan dengan mudah di bengkel-bengkel.

6. Gunakan Pertamax
Tips selanjutnya adalah untuk kendaraan berbahan bakar bensin yang sederhana cuma perlu merogoh kocek lebih banyak yaitu gunakan bahan bakar non timbal atau pertamax. Walaupun harga lebih mahal dibanding premium, tapi manfaatnya bagi kendaraan agan begitu besar. Jika Anda ingin mengganti kebiasaan pengisian bahan bakar premium ke pertamax, kami sarankan melakukan dengan perbandingan awal minimal 20% sisa bahan bakar atau kalau bisa tersisa hanya 10% - 15%, baru lakukan pengisian dengan pertamax.

7. Servis berkala
Setiap orang memiliki berbagai karakter dan kepekaan yang berbeda-beda, terutama pada kaum wanita yang memiliki kendaraan. Karena banyak orang yang hanya bisa memakai dan jarang memperhatikan kendaraannya. Yang harus dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah rutin melakukan servis berkala dengan disertai penggantian oli mesin.
Selanjutnya perhatikan sektor kaki-kaki juga, yaitu ban atau roda-roda kendaraan. Misal alur ban aga nsudah mulai aus, segera ganti, dan saat dirasa jalan kendaraan agan tak stabil, segera lakukan pengecekan balance dan spooring.

8. Menumpang Secara Bergantian
Lebih baik agan menumpang mobil rekan agan yang memiliki tujuan searah, jika agan hendak bepergian seorang diri saja. Jika hal ini agan lakukan, selain akan menghemat bahan bakar, agan juga turut membantu pemerintah dalam usaha mengurangi kemacetan. Namun jangan lupa untuk dilakukan bergantian, yakni terkadang agan juga bersedia untuk memberikan tumpangan pada rekan agan.
Tapi agan harus mengingat satu hal ini, yaitu jika agan sering melakukan tips ini dan kendaraan agan sering didiamkan dalam garasi, maka ada resiko yang harus agan tanggung. Kendaraan yang jarang dipakai akan banyak masalah yang timbul pada sektor mesin kendaraan, apalagi jika accu kendaraan terus terkoneksi pada kendaraan tanpa pemakaian akan mengakibatkan accu tekor dan dijamin kendaraan agan tak bisa distart.

Sabtu, 15 Desember 2012

TANDA - TANDA YANG AKAN MATI MENURUT ISLAM

Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akandi sadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar.
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihatibahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti danhilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan
kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu
saja tanpa sembarang manfaat…

Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang
terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri
dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah
mati.

” TANDA 40 HARI SEBELUM MATI “
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita
akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan
gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat
maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke
atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa

Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan
jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan
bingung dan linglung seketika…

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk
mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan
dicabutnya.

“TANDA 7 HARI”

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan
musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba
ia berselera untuk makan…

” TANDA 3 HARI “

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahgian tengah dahi kita yaitu
diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka
berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak
najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita
nanti….

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang
yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan
jika kita melihatnya dari bahagian sisi…

Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk
ke dalam…

Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan
sukar ditegakan.

” TANDA 1 HARI “

Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di
sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita
tidak akan sempat untuk menemui waktu ashar keesokan harinya….

” TANDA AKHIR “

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibagian pusat
dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bagian
Halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam
diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita
kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang
akan mematikan pula…

Kamis, 25 Oktober 2012

Fakta Unik Tentang Dunia Sepak Bola di Indonesia


1. Hampir semua Nama Klub Sepak Bola Indonesia Berawalan huruf P

2. Cuma di Indonesia, klub dibiayai pemda dimana uangnya diperoleh dari rakyat.

3. Cuma di Indonesia pula, walikota/Bupati/Gubernur merangkap ketua klub.

4. Banyak pejabat di daerah terlibat kasus korupsi hanya gara-gara salah mengelola keuangan klub dengan mencampur adukkan dengan Anggaran pendapatan dan belanja daerah setempat.

5. Bisa jadi, di beberapa daerah, jumlah penonton yang membayar tiket pertandingan dengan yang tidak membayar berbanding 50-50.

6. Di musim hujan, tempat paling strategis menonton pertandingan adalah di bawah pohon tinggi yang menjulang di balik tembok stadion.

7. Penonton Indonesia dikenal fanatik, nekat dan tak takut mati, bahkan mungkin lebih nekat dari Hooligan Inggris. Mereka berani memanjat menara lampu stadion yang tinggi di tengah hujan demi bisa menonton pertandingan secara gratis.

8. Untuk bertahan di tengah kompetisi yang ketat, pemain Indonesia harus dibekali dengan skill sepakbola, lari, dan pencak silat atau tinju. Lari utuk menghindari kejaran penonton suporter atau manajer lawan yang mengamuk karena kalah, pencak silat atau tinju untuk membela diri jika sudah terpojok dengan lawan atau ketika emosi dengan keputusan wasit.

9. Bus klub yang digunakan untuk mengangkut pamain sebaiknya haruslah berlapis baja. Karena jika tidak, bisa ringsek dihadang suporter tim lawan yang menghadang di jalan.

10. Sulit mendapatkan sisi lapangan yang tidak terggenang air ketika hujan di Indonesia.

Minggu, 17 Juni 2012

Mekanik Presisi

Alat ukur mekanik presisi adalah alat ukur yang sistem kerjanya bergerak secara mekanis
1. Mistar Baja
                Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. Permukaan dan bagian sisinya rata dan halus, di atasnya terdapat guratan-guratan ukuran, ada yang dalam satuan inchi, sentimeter dan ada pula yang gabungan inchi dan sentimeter/milimeter.
                Fungsi lain dari penggunaan mistar baja antara lain: - mengukur lebar - mengukur tebal serta, - memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja. Di samping itu mistar baja (steelrule) dapat dipergunakan untuk mengukur dan menentukan batas-batas ukuran juga biasa dipergunakan sebagal pertolongan menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda pekerjaan. Setiap menarik. garis hanya
dilakukan satu kali, lihat Gambar.
Mistar baja juga dapat digunakan untuk mengukur diameter luar secara kasar. Dalam pelaksanaannya harus dibantu dengan menggunakan alat ukur lain seperti jangka bengkok dan bagian diameter dalam diperlukan bantuan jangka kaki.

2. Meteran Lipat
                Meteran lipat ini biasanya terbuat dari bahan aluminium atau baja. Dilihat dari segi konstruksinya sebelumnya merupakan gabungan dan mistar baja dengan sambungan engsel pada setiap ujungnya. Mengingat kemungkinan ausnya engsel dan ketidaktirusan garis pengukuran sewaktu melakukan pengukuran, maka meteran lipat tidak akan memberikan hasil yang Iebih baik dibandingkan dengan pengukuran mistar baja biasa.


3. Meteran Gulung
Mal ukur ini dibuat dan pelat baja yang Iebih tipis dari ada mistar baja. Sifatnya lemas/lentur sehingga dapat digunakan untuk mengukur bagian-bagian yang cembung dan menyudut seperti: mengukur panjang, keliling bidang Iengkung (bundar). Sepanjang mistar ini terdapat ukuran-ukuran satuan inchi dan metrik. Meteran gulung dapat digunakan dari 1 meter sampai 30 meter. Pada ujungnya terdapat kait yang gunanya untuk mengait ujung benda kerja sehingga mendapat ukuran yang tepat. Penggunaan alat ukur ini tidak untuk pengukuran yang tepat sekali (presisi).



4. Jangka Bengkok
Guna jangka bengkok digunakan untuk mengukur tebal, lebar, panjang dan garis tengah benda bulat secara kasar. Alat ini terbuat dari baja perkakas dengan ujungnya dikeraskan. Bentuknya ada yang dilengkapi dengan mur penyetel dan ada pula yang tidak. Panjang kakinya, dalam inchi, merupakan ukuran jangka bengkok.







5. Jangka Kaki
Jangka kaki digunakan antara lain untuk mengukur diameter lubang dan jarak sesuatu celah. Bentuk kakinya menghadap keluar dan panjang kakinya itulah ukuran jangka kaki dalam inchi. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah ukuran kasar. Disebabkan ke dua kakinya itu mengeper bila menyentuh bidangbidang yang diukur, maka kita perlu banyak berlatih menggunakan jangka ini untuk memperhalus perasaan jari-jari. Dengan jari-jari yang tidak perasa kesalahan ukur mudah terjadi.


6. Mistar Geser ( Vernier Caliper )


Alat ukur ini digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman lubang dan jarak anatara dua buah titik, yang membutuhkan ketelitian hingga 0,02 mm untuk satuan metrik, dan 0,001 inch untuk satuan inch.

                Konstruksi jangka sorong tipe standar dijelaskan seperti di atas. Rahang pengukur dalam (a) akan sesuai pada lubang dan digunakan untuk mengukur dimensi dalam. Rahang pengunci luar (g) akan mencekam pada bagian luar dari suatu benda, digunakan untuk mengukur dimensi luar. Batang pengukur kedalaman (c) digunakan untuk menentukan ukuran kedalaman dari bagian benda yang dilakukan dengan menempelkan ujung batang pengukur utama pada permukaan lubang, sedangkan ujung batang pengukur kedalaman menempel pada dasar lubang. Batang pengukur kedalaman hanya dilengkapi pada jangka sorong dengan daerah pengukuran sampai dengan 300 mm. Jangka sorong dengan daerah pengukuran 600 mm dan 1000 mm tidak dilengkapi dengan batang pengukur kedalaman. Bagian alat pengukuran dalam letaknya terpisah dengan bagian alat pengukur luar. Ketika baut pengunci kendur, rahang bagian bawah akan bergerak bebas. Baut ini baru dikencangkan setelah dilakukan pengukuran pada benda. Baut pengunci final digunakan untuk mengunci rahang bagian bawah yang setelah dilakukan pengukuran, sehingga jangka sorong dapat dilepas dari benda yang diukur dan dapat dilihat hasilnya




                tanpa ukurannya berubah akibat pelepasan tersebut. Ulir penyetelan halus digunakan untuk mengunci rahang secara presisi sehingga didapatkan hasil pengukuran dengan akurasi yang lebih tinggi.
Tingkat ketelitian dari jangka sorong tergantung pada banyaknya pembagian pada skala vernier-nya. Pembagian ini umumnya sebanyak 10,50 atau 100 skala. Pembagian 10 skala akan menghasilkan 0,1 cm dibagi 10 = 0,01 cm. Sehingga jangka sorong itu akan memiliki tingkat ketelitian 0,01 cm.
* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,1 mm
Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,1 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0,1 mm. Besarnya x = 1 mm, sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Mistar geser dengan ketelitian 0,1 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 10 strip (divisi). Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut :
n = 9 ⁄ 10 = 0,9 mm
i = x – n
= 1 – 0,9 = 0,1 mm
Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0,1 mm
* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,05 mm
Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,05 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0,1 mm. Besarnya x = 1 mm, sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Mistar geser dengan ketelitian 0,05 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 20 strip (divisi). Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut :
n = 19 ⁄ 20 = 0,95 mm
i = x – n
= 1 – 0,95= 0,05 mm
Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0,05 mm
* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,02mm
Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,02 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0,02 mm. Besarnya x = 1 mm, sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Mistar geser dengan ketelitian 0,02 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 50 strip (divisi).
Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut :
n = 49 ⁄ 50 = 0,98 mm
i = x – n
= 1 – 0,98= 0,02 mm
Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0,02 mm
* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci
Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci, skala utamanya setiap i inci dibagi menjadi 16 bagian, berarti satu bagian skala utama (x) nilainya sama dengan 1/16 inci. Pada skala noniusnya dibagi dalam 8 bagian. Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci mempunyai selisih antara x dan n sebesar 1/128 inci. Besarnya x = 1/16 inci, sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Panjang skala utama dihitung mulai garis nol sampai garis terakhir pada skala nonius yaitu : /16 inci.
Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut :
n = 7⁄16 / 16 = 7 / 8 x 1 / 128 = 7/128
i = x – n
= 1/16 – 7/128 = 8/128 – 7/128 = 1/128
Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 1/128 inci
* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,001 inci
Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/1000 inci atau 0,001, skala utamanya setiap i inci dibagi menjadi 40 bagian, berarti satu bagian skala utama (x) nilainya = 1/40 inci atau 0,025 inci.
Pada skala noniusnya dibagi dalam 25 bagian. Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0,001 inci mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0,001 inci. Besarnya x = 1/40 inci, sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV). Panjang skala utama dihitung mulai garis nol sampai garis terakhir pada skala nonius yaitu : 1,225 inci. Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut :
n = 1,225 / 25 = 0,049 inci
i = x – n
= 0,050 - - 0,049 = 0,001 inci
Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) adalah : 0.001 inci
                Cara membaca ukuran pada jangka sorong terdiri dari dua langkah, yaitu membaca skala utama dan membaca skala vernier. Angka pada skala utama yang digunakan adalah yang terletak di sebelah kiri angka 0 (nol) pada skala vernier. Pada gambar dibawah, skala utama menunjukkan angka 3,1 cm. Pembacaan skala vernier dilakukan dengan menentukan garis pada skala vernier yang paling tepat berimpit segaris dengan garis pada skala utama. Angka pada garis tersebut menunjukkan nilai pada skala vernier.
                Pada gambar dibawah, garis yang berimpit dengan skala utama adalah garis ke empat, yang menandakan nilai 0,4 mm atau 0,04 cm. Hasil pengukuran total adalah
penjumlahan skala utama dan skala vernier. Ukuran benda pada gambar 4 adalah 3,1 + 0,04 cm = 3,14 cm.
Cara Menggunakan mistar geser
                Hasil pengukuran benda ukur dengan menggunakan mistar geser sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a. faktor si pengukur
b. benda yang diukur
c. pengaruh lingkungan
d. cara menggunakan alat ukur.
Adapun cara penggunaan mistar geser anatara lain sebagai berikut :
• Bersihkan benda yang akan diukur dan alat ukur
• Periksa bahwa skala vernier bergerak dengan bebas, dan angka nol pada skala
bertemu dengan tepat
• Pada waktu melakukan pengukuran, usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. Pengukuran di ujung rahang mistar geser menghasilkan pembacaan yang kurat akurat
• Tempatkan mistar geser tegak lurus dengan benda yang diukur

7. Mikrometer
                Mikrometer merupakan alat ukur linier langsung dengan tingkat ketelitian yang lebih
tinggi hingga mencapai 0,001 mm. Ada 3 macam mikrometer yaitu : mikrometer dalam, mikrometer luar, dan mikrometer kedalaman.

a). Macam-macam Mikrometer
(1). Mikrometer luar ( Outside Micrometer )
Mikrometer luar digunakan untuk mengukur dimensi luar








(2). Mikrometer dalam ( Inside Micrometer )
Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur dimensi dalam







(3). Mikrometer kedalaman ( Dept Micrometer )
Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman
b). Cara Membaca Skala Pengukuran Mikrometer
(1). Mikrometer luar dengan tingkat ketelitian 0,01 mm
Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm, dan jarak tiap strip diwah garis adalah 0,5 mm. Pada skala timble tiap strip nilainya 0,01 mm. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut

(2). Mikrometer luar dengan tingkat ketelitian 0,001 mm
Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm, dan jarak tiap strip diwah garis adalah 0,25 mm. Pada skala thimble tiap strip nilainya 0,01 mm dan pada skala vernier 0,001 mm. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut.
c). Cara Menyetel titik “ 0 “
(1). Apabila kesalahannya kurang dari 0,02 mm
* Kuncilahlah spindle dengan lock clamp
* Putar outer sleeve dengan kunci penyetel
sampai tanda “ 0 “ pada thimble lurus dengan
garis horisontal pada outer sleeve
* Periksa kembali tanda “ 0 “ setelah



(2). Apabila kesalahannya lebih dari 0,02 mm
* Kuncilah spindle dengan lock clamp
* Kendorkan ratchet stoper sampai thimble
bebas
* Luruskan tanda “ 0 “ thimble dengan garis
pada outer sleeve dan kencangkan kembali
dengan ratchet stoper
* Periksa kembali tanda “ 0 “ setelah penyetelan


Cara membaca skala pada mikrometer

Pertama-tama perhatikan bilangan bulat pada skala utama barrel, lalu perhatikan apakah terbaca skala setengah milimeter pada bagian atas skala utama (ada kalanya dibawah), dan akhirnya bacalah skala perseratusan pada lingkaran. Nilai ukuran dari gambar dibaca sbb :
¬.-Skala utama = 10 x 1,00 mm = 10,00 mm
¬.-Skala minor = 1 x 0,50 mm = 0,50 mm
¬.-Skala pemutar = 16 x 0,01 mm = 0,16 mm
Nilai = 10,66 mm
Melakukan teknik pengukuran
Mengukur diamter dalam dengan mikrometer dalam


Gambar 2.4. dalam
a)      Mengukur diameter luar dengan micrometer dan jangka sorong








8. Dial Indikator ( Dial Dauge )
Dial indikator digunakan untuk mengukur kebengkokan, run out, kekocakan, end play, back lash, kerataan, dengan tingkat ketelitian anatara 0,01 mm hingga 0,001 mm (tergantung tipe dial indikator).


Prinsip kerja jam ukur secara mekanis, dimana gerak linier sensor diubah menjadi gerak rotasi oleh jarum penunjuk pada piringan dengan perantaraan batangbergigi dan susunan roda gigi. Pegas koil berfungsi sebagai penekan batang bergigi hingga sensor selalu menekan ke bawah. Sedangkan pegas spiral berfungsi sebagai penekan sistem transmisi roda gigi sehingga permukaan gigi yang berpasangan selalu menekan pada sisi yang sama untuk kedua arah putaran (untuk menghindari backlash) yang mungkin terjadi karena profil gigi yang tidak sempurna atau sudah aus. Jam ukur juga dilengkapi dengan jewel untuk mengurangi gesekan pada dudukan poros roda gigi. Ketelitian dan kecermatan jam ukur berbeda – beda ada yang kecermatannya 0,01 ; 0,02 ; 0,005 dan kapasitas ukurnya juga berbeda – beda , misalnya : 20, 10, 5, 2, 1 mm . Untuk jam ukur dengan kapasitas besar, terdapat jam kecil dalam piringan yang besar dimana satu putaran jarum besar sama dengan tanda satu angka jam kecil. Pada piringan terdapat skala yang dilengkapi dengan tanda batas atas dan tanda batas bawah.
Piringan skala dapat diputar untuk kalibrasi posisi nol.
                Dalam penggunaannya, dial indikator tidak dapat berdiri sendiri, sehingga memerlukan batang penyangga dan blok magnet.
Prosedur Penggunaan Dial Indikator

(1) Posisi spindle dial indikator harus tegak
lurus dengan permukaan yang diukur.
(2) Garis imajinasi dari mata si pengukur ke
jarum penunjuk harus tegak lurus pada
permukaan dial indikator pada saat sedang
membaca hasil pengukuran.
(3) Dial indikator harus dipasang dengan teliti
pada batang penyangganya, artinya dial
indikator tidak boleh goyang.
(4) Putarlah outer ring dan stel pada posisi
nol. Gerakkan spindle ke atas dan ke bawah,
kemudian periksalah bahwa jarum penunjuk
selalu kembali ke posisi nol setelah spindle
dibebaskan.
(5) Usahakan dial indikator tidak sampai terjatuh, karena terdapat mekanisme pengubah yang presisi.
(6) Jangan memberi oli atau grease diantara spindle dan tangkainya, karena akan
menghambat gerakan spindle.
Melakukan teknik pengukuran










9. Kaliper dan Pembagi
                Kaliper digunakan untuk pengukuran kasar, baik untuk permukaan luar maupun dalam. Alat tidak mengukur secara langsung namun harus dicocokkan dengan penggaris atau alat ukur lainnya. Kaliper yang digunakan di bengkel adala jenis kaliper pegas terdiri dari dua kaki dengan pegas yang dilengkapi mur dan baut untuk mengencangkannya. Pembagi terdiri dari dari dua kaki yang lurus dengan ujung yang tajam dan keras. Alat ini dipakai untuk mentransfer dimensi, membuat lingkaran dan menggambar bagan. Ada dua tipe caliper gauge yaitu inside caliper dan outside caliper. Yang umum dopakai di otomotif adala inside caliper.

Dial calliper atau jangka kaki dengan pembacaan indikator, digunakan untuk mengukur
lebar lubang atau celah, ketelitian alat ukur ini mencapai 0,025 mm. Kemampuan jarak
ukurnya bervariasi sesuai dengan nomor yang dikeluarkan pabrik, antara lain :
No. 1 untuk jarak ukur antara 6~18 mm
No. 2 untuk jarak ukur antara 10~22 mm
No. 3 untuk jarak ukur antara 20~32 mm
No. 4 untuk jarak ukur antara 30~42 mm
No. 5 untuk jarak ukur antara 40~52 mm
No. 6 untuk jarak ukur antara 50~62 mm
No. 7 untuk jarak ukur antara 60~72 mm
No. 8 untuk jarak ukur antara 70~82 mm
No. 9 untuk jarak ukur antara 80~92 mm
No. 10 untuk jarak ukur antara 90~102 mm
Untuk jarak ukur yang lebih panjang maka digunakan dial calliper yang mempunyai
batang geser seperti pada gambar berikut.
Dial calliper yang mempunyai batang geser ini mempunyai jarak ukur antara 55 sampai
dengan 600 mm dengan ketelitian 0,01 mm.
Metoda pengukuran :
1. Ukur diameter dalam dengan vernier caliper. Misal hasil pengukuran 8,40 mm, selanjutnya set mikrometer ke angka mendekati hasil ukur vernier caliper dan kelipatan dari 0,5 mm yaitu 5,50 mm.
2. Tempatkan kaki-kaki caliper diantara anvil dan spindle mikrometer. Gerakan caliper sampai mendapatkan angka terkecil. Kemudian set dial gauge ke ”0”.
3. Tekan tombol caliper gauge dan masukan lug pada diameter dalam benda yang akan diukur dan bebaskan tombol. Gerakan caliper sampai didapat pembacaan terkecil. Jika pembacaan menunjukan 0,08 mm, berarti diameter dalam adalah 8,42 mm (8,50 – 0,08).

10. Cylinder Gauge
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur diameter silinder dengan ketelitian 0,01 mm, alat ini dilengkapi dengan mikrometer dan dial indikator.

Cara pemilihan replacement rod dan washer :
- ukur diameter silinder dengan vernier caliper
- Lihat angka dibelakang koma, apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0,5 mm
- Contoh ;
Bila hasil pengukuran : 52,30 mm, pilih sbagai berikut :
Replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 2 mm
Bila hasil pengukuran : 52,70 mm, pilih sebagai berikut :
Replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 3 mm

Cara melakukan pengukuran seperti tampak pada gambar
1. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper. Pilih replacement rod dan washer yang sesuai, dan pasangkan pada silinder gauge. Bila hasil pengukuran diameter adalah 91,00 mm, gunakan replacement rod 90 mm dan replacement washer 1 mm.
2. Set mikrometer pada 91 mm (seperti hasil ukur diatas), masukan replacement rod dan measuring point kedalam mikrometer dan dial gauge diset ke ”0”
3. Masukan cylinder gauge pada posisi diagonal kedalam silinder, geraka cylinder gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum ”0”, berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 90,08 mm (91,00 + 0,08)

11. Pengukur Celah (feeler gauges)
                Kaliper celah adalah alat ukur yang biasa digunakan untuk memeriksa jarak-jarak yang kecil atau ukuran celah-celah diantara dua permukaan. Karena daerah antara permukaan ini sangat sempit maka diperlukan alat ukur tak berskala yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran tersebut. Alat ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan, fitting dan otomotif. Contoh penggunaannya adalah untuk menyetel pisau mesin frais atau memeriksa kelonggaran katup pada mesin. Kaliper celah dibuat dari baja yang lentur dan berkualitas tinggi. Tiap set terdiri dari 10 buah kaliper atau lebih, dijepit pada penjepit baja dengan pena yang berfungsi sebagai gantungan pada saat kaliper itu digunakan. Sebuah Kaliper celah yang berisi 10 kaliper masingmasing kalipernya mempunyai ukuran yang tertera pada tiap-tiap kaliper, dimulai dari ukuran 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70; dan 0,80 milimeter. Ada juga kaliper celah dengan ukuran dalam inch. Ukuran terkecil dari kaliper celah adalah sekaligus menunjukkan tingkat ketelitian yang dapat dicapai dari alat ukur tersebut. Sehingga kaliper celah dengan ukuran kaliper terkecil 0,05 mm akan mempunyai ketelitian 0,05 mm. Kaliper-kaliper ini mempunyai panjang tiap kaliper kira-kira 100 mm dengan bentuk ujung yang bulat atau ada juga yang tirus pada sisi lebarnya.



Pengukuran celah dilakukan dengan memasukkan salah satu kaliper yang sesuai dengan celah yang di ukur. Jangan coba untuk memaksakan kaliper yang tidak sesuai atau terlalu sesak karena bisa menyebabkan kaliper bengkok dan mungkin akan terjadi perubahan bentuk yang tetap. Apabila kaliper terlalu tebal bisa dipilih kaliper lain dengan ukuran di bawahnya. Ketelitian pengukuran dapat diperoleh dengan menggabungkan beberapa kaliper. Apabila sebuah kaliper dapat masuk dengan longgar, coba ditambahkan dengan kaliper yang dengan ukuran terkecil. Kaliper-kaliper tersebut dapat ditambahkan sehingga didapatkan ukuran yang pas. Sehingga ukuran celah adalah jumlah dari ukuran kaliper yang dapat masuk dengan pas tersebut.